PELATIHAN, KURSUS, DAN KONSULTASI

KANG MAS ROIS-KU SEDANG MENUNGGU-MU...

PELATIHAN & KURSUS (Hub. Muhammad Rais, S.S., S.Th.I., B.A., M.E.I., M.H.I. 081578856972; E-Mail: Mrais17@yahoo.com; YM: Mrais17)
* PELATIHAN TATA CARA SHOLAT LENGKAP
(Thaharoh [Ugensi Thoharoh, Macam-macam Najis dan Cara Membersihkannya, Zat yang digunakan untuk Thoharoh, Adab Buang hajat, Sunnah-sunnah Fitroh, Wudhu, Mengusap Khuf, Mandi, Tayammum, Fiqh Haid, Nifas, dan Istihadhoh] Gerakan Sholat, Bacaan Sholat, Makna & Rahasia Kandungan Sholat).
* PELATIHAN PERAWATAN JENAZAH LENGKAP
(Merawat Orang Sakit, Sakaratul Maut, Memandikan, Mengkafani, Men-sholatkan, Menguburkan, Takziah, Siksa Kubur).
* PELATIHAN RETORIKA DAKWAH (TEKNIK PIDATO/ CERAMAH & KHUTBAH).
(Fiqh Dakwah, Fiqh Khutbah Jumat, dan Retorika).
*PELATIHAN KEPEMIMPINAN & MANAJEMEN ORGANISASI
* KURSUS BAHASA ARAB
(Nahwu, Shorof, Muhadatsah Fushah (Percakapan Bahasa Arab Standar), dan Bahasa Arab Khusus Calon Jama'ah Haji & Umroh, TKW/ TKI Tujuan Timur Tengah (Bahasa Arab 'Ammiyah/ Pasaran)
* KURSUS TARJAMAH LAFZIYAH AL-QUR'AN
* KURSUS ULUMUL QUR'AN
* KURSUS ULUMUL HADIS
* KURSUS USHUL FIQH
* KURSUS DASAR-DASAR FIQH IBADAH
* KURSUS FIQH ZAKAT
* KURSUS FIQH PUASA
* KURSUS FIQH MU'AMALAH
* KURSUS FIQH EKONOMI ISLAM


KONSULTASI SKRIPSI & TESIS UNTUK SEMUA ILMU SOSIAL DAN ILMU AGAMA ISLAM

Jumat, 22 Oktober 2010

Do’a yang Berkaitan dengan Orang Sakit dan Perawatan Jenazah



Oleh Muhammad Rais, S.S., S.Th.I.,M.S.I.[1]


1.    Do’a atau Dzikir Ketika Sedang Sakit
لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَ اللهُ أَكْبَرُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحْمْدُ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ.
Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah dan Allah Maha Besar. Tidak tuhan yang berhak disembah kecuali Allah satu-satu-Nya. Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah satu-satu-Nya, tiada sekutu bagi-Nya. Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, milik-Nyalah segala kerajaan dan pujian. Tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, tidak ada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan-Nya.”[2]


2.    Pengobatan Penyakit Oleh Si Penderita Sendiri
بِسْمِ اللهِ {×3}
Dengan nama Allah.” (3x). dilanjutkan dengan,
أَعُوْذُ بِاللهِ وَقُدْرَتِهِ، مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ.{×7}.
Aku berlindung kepada Allah dan kepada kekuasaan-Nya dari kejahatan apa yang aku dapati dan  yang aku khawatirkan.” (7x).[3]

3.      Do’a Pengobatan Luka.
بِسْمِ اللهِ تُرْبَةُ أَرْضِنَا، بِرِيْقَةِ بَعْضِنَا، يُشْفَى سَقِيْمُنَا بِإِذْنِ رَبِّنَا.
Dengan nama Allah, tanah bumi kami ini dengan air ludah sebagain di antara kami dapat menyembuhkan orang di antara kami dengan izin Rabb kami.”[4]
4.      Do’a Mengobati Orang Sakit Ketika Menjenguknya
أَسْأَلُ اللهَ الْعَظِيْمَ، رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ.{×7}
Aku memohon kepada Allah Yang Maha Agung, Rabb ‘Arsy yang Agung agar Dia menyembuhkanmu.” (7x).[5]

5.      Do’a Orang yang Sakit Parah agar Tidak mengharapkan Kematian
اَللَّهُمَّ أَحْيِيْنِي مَا كَانَتِ الْحَيَاةُ خَيْرًا لِي، وَتَوَفَّنِيْ إِذَأ كَانَتِ الْوَفَاةُ خَيْرًا لِيْ.

6.      Do’a Ketika Memejamkan Mata Orang yang Meninggal Dunia
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِ...وَارْفَعْ دَرَجَتَهُ فِيْ الْمَهْدِيِّيْنَ، وَاخْلُفْهُ فِيْ عَقِبِهِ فِيْ الْغَابِرِيْنَ وَاغْفِرْلَنَا وَلَهُ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ، وَافْسَحْ لَهُ فِيْ قَبْرِهِ وَنَوِّرْ لَهُ فِيْهِ.
Ya Allah, ampunilah …(sebutkan namanya), angkatlah derajatnya bersama orang-orang yang mendapat petunjuk, berikanlah penggantinya bagi orang-orang yang fitinggalkan sesudahnya. Dan Ampunilah  kami dan dia, wahai Rabb sekalian alam. Luaskanlah kuburnya dan berikanlah cahaya di dalamnya.”[6]

7.      Do’a Keluarga atau Pelayat Ketika Ada Kematian
إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّاإِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ، اَللَّهُمَّ أْجُرْنِيْ فِيْ مُصِيْبَتِيْ وَأَخْلِفْ لِيْ خَيْرًا مِنْهَا.
Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepada-Nyalah kami akan kembali. Ya Allah, berikanlah pahala kepadaku dalam musibahku dan gantikanlah untukku dengan yang lebih baik darinya (dari musibahku).”[7]

8.      Do’a Sholat Jenazah
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ الْأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَأَهْلًا خَيْرًا مِنْ أَهْلِهِ، وَزَوْجًا خْيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ الْنَّارِ.
Ya Allah, ampunilah dia (si mayit), berikanlah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia (dari siksa kubur), maafkanlah dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskanlah kuburannya, mandikanlah dia dengan air, salju, dan air es. Bersihkanlah dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju putih dari kotoran, Berikanlah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berikanlah keluarga yang lebih baik dari keluarganya (di dunia), isteri (suami) yang lebih baik dari istri (suaminya), masukkanlah dia ke Surga, lindungilah dia dari siksa kubur dan siksa api Neraka.”[8]

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِحَيِّنَا وَمَيَّتِنَا وَشّاهِدِنَا وَغَائِبِنَا وَصَغِيْرِنَا وَكَبِيْرِنَا وَذَكَرِنَا وَأُنْثَانَا. اَللَّهُمَّ مَنْ أَحْحَيْتَهُ مِنَّا فَأَحْيِهِ عَلَى الْإِسْلَامِ، وَمَنْ تَوَفَّيْتَهُ مِنَّا فَتَوَفَّهُ عَلَى الْإِيْمَانِ، اَللَّهُمَّ لاَ تَحْرِمْنَا أَجْرَهُ وَلاَ تُضِلَّنَا بَعْدَهُ.
Ya Allah, ampunilah orang yang hidup dan yang mati, orang yang hadir dan orang yang tidak hadir di antara kami, laki-laki maupun perempuan. Ya Allah, orang yang Engkau hidupkan di antara kami, hidupkanlah dengan memegang ajaran Islam, dan orang yangEngkau wafatkan di antara kami, maka wafatkanlah dalam keadaan beriman. Ya Allah, jangan halangi kami untuk memperoleh pahalnya dan jangan sesatkan kami sepeninggalnya.”[9]

اَللَّهُمَّ عَبْدُكَ وَابْنُ أَمَتِكَ اِحْتَاجَ إِلَى رَحْمَتِكَ، وَأَنْتَ  غَنِيٌّ عَنْ عَذَابِهِ، إِنْ كَانَ مُحْسِنًا فَزِدْ فِيْ حَسَنَاتِهِ، وَإنْ كَانَ مُسِيْئًا فَتَجَاوَزْ عَنْهُ.
Ya Allah, ini hamba-Mu, anak hamba perempuan-Mu (Hawa), membutuhkan Rahmat-Mu, sedangkan Engkau tidak membutuhkan  untuk menyiksanya. Jika ia berbuat baik, tambahkanlah dalam amalahn baiknya, dan jika dia orang yang bersalah, maafkanlah kesalahannya.”[10]

اَللَّهُمَّ إِنَّ فُلَانَ ابْنَ فُلَانٍ فِيْ ذِمَّتِكَ، وَحَبْلِ حِوَارِكَ، فَقِهِ فِتْنَةَ الْقَبْرِ، وَعَذَابِ النَّارِ، وَأَنْتَ أَهْلُ الْوَفَاءِ وَالْحَمْدِ، اَللَّهُمَّ فَاغْفِرْلَهُ وَارْحَمْهُ إِنَّكَ أَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ.
Ya Allah, sesungguhnya fulan anak fulan (sebutkan namanya) berada di bawah jaminan-Mu, juga di bawah lindungan-Mu, maka lindungilah ia dari fitnah kubur dan azab neraka. Dan Engkau Rabb yang selalu menepati janji dan berhak mendapatkan pujian. Ya Allah berikanlah ampunan kepadanya dan kasihanilah dia, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (H. R. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah; Ahkamul Janaiz, 158.

9.      Do’a untuk Jenazah Anak Kecil.
اَللَّهُمَّ أَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ.
Ya Allah, lindungilah dia dari siksa kubur.”[11]
اَللَّهُمَّ اجْعَلْهُ لَنَا فَرَطًا وَسَلَفًا وَأَجْرًا.
Ya Allah, jadikanlah kematian anak ini sebagai simpanan pahala dan amal baik serta pahala untuk kami.”[12]

10.  Do’a Orang yang Memasukkan Jenazah Kekuburan.
بِسْمِ اللهِ عَلَى سُنَّةِ رَسُوْلِ اللهِ.
Dengan nama Allah dan atas Sunnah Rasulullah saw[13].”
بِسْمِ الله وَبِاللهِ وِعَلَى مِلَّةِ رَسُولِ اللهِ.
Dengan nama Allah, dan Demi Allah, serta atas millah (agama) Rasulullah saw.”[14]


11.  Do’a (Salam) Ketika Memasuki Kuburan
اَلسَّلَامُ عَلَيْكٌمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمٌؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَإِنَّا إِنْشَآءَ اللهُ بِكُمْ لاَحِقُوْنَ، نَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ.
Semoga keselamatan atas kalian wahai penghuni kubur, dari kalangan kaum mukminin dan muslimin, dan insya Allah kami akan menyusul kalian, aku memohon keselamatan kepada Allah bagi kami dan kalian.” (H. R. Muslim).
اَلسَّلَامُ عَلَي أَهْلِ الدِّيَارِ مِنَ الْمٌؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِيْنَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِيْنَ، وَإِنَّا إِنْشآءَ اللهُ بِكُمْ لاَحِقُوْنَ.
Semoga keselamatan atas kalian wahai penghuni kubur, dari kalangan kaum mukminin dan muslimin, semoga Allah merahmati yang terdahulu dari kita dan yang belakangan dan kami insya Allah menyusul kalian.” (H. R. Muslim).

12.  Do’a Ketika Jenazah Telah Dimakamkan.
اَللَّهُمّ اْغْفِرْلَهُ اَللَّهُمَّ ثّبِّتْهُ.

13.  Do’a Ketika Takziyah
إِنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ، وَلَهُ مَا أَعْطَى، وَكُلُّ شَيْئٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًى، {فَمُرْهَا} فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْسِبْ.
Sesungguhnya adalah hak Allah mengambil dan memberika sesuatu. Segala sesuatu di sisi-Nya dibatasi dengan batas yang telah ditentukan. Oleh karena itu, (perintahkanlah ia) bersabarlah dan carilah ganjaran dari Allah (dengan sebab musibah itu).”[15]




[1]Mahasiswa Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Prodi Hukum Islam, Konsentrasi Hukum Bisnis Syari’ah.
[2]Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa mengucapkannya ketika sakit, kemudian meninggal dunia, maka ia tidak akan disentuh oleh api neraka.” (H.R. at-Tirmidzi no. 3430, Ibnu Hibban no. 2325).
[3]H. R. Muslim no. 2202.
[4]H. R. al-Bukhari no 5745, Muslim no. 2194. Letakkan jari telunjuk ke tanah kemudian angkat kembali, lalu usapkan pada tempat yang sakit kemudian ucapkan do’a tersebut di atas.
[5]H. R. at-Tirmidzi no. 2083, Abu Dawud no. 3106.
[6]H. R. Muslim no. 920.
[7]H. R. Muslim no. 918.
[8]H. R. Muslimn. 963, an-Nasai IV/ 73-64, Ahmad  VI/23, Ibnu Majah no. 1500.
[9]H. R. Ibnu Majah no. 1498, Ahmad II/ 368 dan ath-Thabrani.
[10]H. R. al-Hakim I/359, Ahkamul Janaiz, 159.
[11]H. R. Malik I/ 198 no. 18, Ibnu Abi Syaibah III/ 217, al-Baihaqi IV/9. 
[12]Al-Baghawi V/357, Abdurrazzaq no. 6588 al-Bukhari kitab al-Janaiz Bab ke-65.
[13]H.R. Abu Dawud no. 3213, Ahkamul Janaiz , 193).
[14]H.R. Hakim, Ahkamul Janaiz, 193).
[15]H. R. al-Bukhari dan Muslim.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar