PELATIHAN, KURSUS, DAN KONSULTASI

KANG MAS ROIS-KU SEDANG MENUNGGU-MU...

PELATIHAN & KURSUS (Hub. Muhammad Rais, S.S., S.Th.I., B.A., M.E.I., M.H.I. 081578856972; E-Mail: Mrais17@yahoo.com; YM: Mrais17)
* PELATIHAN TATA CARA SHOLAT LENGKAP
(Thaharoh [Ugensi Thoharoh, Macam-macam Najis dan Cara Membersihkannya, Zat yang digunakan untuk Thoharoh, Adab Buang hajat, Sunnah-sunnah Fitroh, Wudhu, Mengusap Khuf, Mandi, Tayammum, Fiqh Haid, Nifas, dan Istihadhoh] Gerakan Sholat, Bacaan Sholat, Makna & Rahasia Kandungan Sholat).
* PELATIHAN PERAWATAN JENAZAH LENGKAP
(Merawat Orang Sakit, Sakaratul Maut, Memandikan, Mengkafani, Men-sholatkan, Menguburkan, Takziah, Siksa Kubur).
* PELATIHAN RETORIKA DAKWAH (TEKNIK PIDATO/ CERAMAH & KHUTBAH).
(Fiqh Dakwah, Fiqh Khutbah Jumat, dan Retorika).
*PELATIHAN KEPEMIMPINAN & MANAJEMEN ORGANISASI
* KURSUS BAHASA ARAB
(Nahwu, Shorof, Muhadatsah Fushah (Percakapan Bahasa Arab Standar), dan Bahasa Arab Khusus Calon Jama'ah Haji & Umroh, TKW/ TKI Tujuan Timur Tengah (Bahasa Arab 'Ammiyah/ Pasaran)
* KURSUS TARJAMAH LAFZIYAH AL-QUR'AN
* KURSUS ULUMUL QUR'AN
* KURSUS ULUMUL HADIS
* KURSUS USHUL FIQH
* KURSUS DASAR-DASAR FIQH IBADAH
* KURSUS FIQH ZAKAT
* KURSUS FIQH PUASA
* KURSUS FIQH MU'AMALAH
* KURSUS FIQH EKONOMI ISLAM


KONSULTASI SKRIPSI & TESIS UNTUK SEMUA ILMU SOSIAL DAN ILMU AGAMA ISLAM

Rabu, 20 Oktober 2010

Hadis-hadis Palsu



1.      الدّين هو العقل ومن لا دين له لا عقل له
“Agama adalah akal, siapa yang tidak memiliki agama, tidak ada akal baginya.”

Hadis di atas batil. Diriwayatkan oleh Imam an-Nasa’i dari Malik Basyir bin Ghalib. Kemudian ia berkata, “Hadis ini batil munkar.” Menurut saya (al-Albani), kelemahan hadis tersebut terletak pada seorang sanadnya yang bernama Bisyir. Dia majhul (tidak dikenal). Semua hadis yang berkaitan dengan keutamaan akal, tidak sahih, tetapi hanya berkisar antara dha’if (lemah) atau maudhu’ (palsu).
2.         من لم تنهه  صلاته عن الفحشاء والمنكر لم يزدد من الله إلّابعدا
“Barangsiapa shalatnya tidak dapat mencegahnya dari perbuatan keji dan munkar, maka ia tidak menambah sesuatu pun dari Allah swt. kecuali kejauhan.”

Hadis di atas batil. Dari segi sanad, telah diriwayatkan oleh ath-Thabrani dalam kitab al-Mu’jam al-Kabir, al-Quda’I dalam kitab Musnad asy-Syihab II/ 43, Ibnu Hatim dalam Tafsir Ibnu katsir II/ 414 dan Kitab al-Kawakib ad-Darari I/2/83, dari sanad Laits, dari Thawus, dari Ibnu Abbas r.a. Hadis tersebut tidak sahih sampai kepada Rasulullah saw. tetapi hanya berhenti sampai kepada Ibnu Mas’ud ra. dan hanya sampai kepada Ibnu Abbas ra.
            Matan hadis tersebut juga tidak sahih sebab zhahirnya mencakup siapa saja yang mendirikan shalat dengan memenuhi syarat rukunnya. Padahal, syara’ tetap menghukuminya sebagai yang benar atau sah, kendatipun pelaku shalat tersebut masih suka bermaksiat. Jadi, tidaklah benar bila dengannya (yakni shalat yang benar) justru makin menjauhkan pelakunya dari Allah swt. Hal ini merupakan sesuatu yang tidak masuk akal dan tidak dibenarkan oleh syariat.
(Silsilah Hadis Dha’if dan Maudhu’, Muhammad Nashiruddin  al-Albani, 1997: 35-36)
(Blimbingsari, Kamis, 10 Februari 2005; 23.08)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar